Penyakit Ustilago Pada Tanaman Jagung (Corn Smut/Gosong)
![]() |
| Gejala Corn Smut |
![]() |
| Gejala Corn Smut |
Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi prioritas. Di Indonesia sendiri jagung merupakan komoditas kedua pada tanaman pangan setelah padi yang paling banyak dikembangkan. Proses budidaya pada tanaman jagung sering mengalami berbagai kendala, termasuk adayang organisme pengganggu tanaman (OPT).
OPT pada tanaman jagung sangatlah beragam, mulai dari hama, gulma dan penyakit. Kerusakan yang disebabkan oleh serangan OPT bisa menyebabkan penurunan hasil, penurunan kualitas hasil bahkan bisa menyebabkan gagal panen.
OPT dapat menyerang dari fase tanam hingga penyimpanan hasil panen. Tulisan kali ini akan membahas mengenai serangan OPT dari jenis mikroorganisme golongan jamur atau fungi. Serangan jamur juga terjadi pada berbagai fase tanaman jagung, seperti saat penanaman (benih), vase vegetatif dan generatif.
Salah satu serangan jamur pada fase generatif yaitu adanya infeksi jamur Ustilago maydis atau disebut dengan penyakit gosong (Corn Smut). Penyakit ini akan menimbulkan perubahan fisiologis dari tanaman jagung, terutama pada tongkol dan biji jagung. Penyakit gosong yang disebabkan oleh jamur Ustilago juga menyerang tanaman padi (Ustilaginoidea virens) dikenal juga dengan sebutan jamur oncom, karena berwarna kuning seperti jamur oncom.
![]() |
| Sumber gambar: geochembio.com Siklus Hidup Jamur Ustilago maydis L. |
![]() |
| Gejala Corn Smut |
![]() |
| Tanaman Jagung Terinfeksi Jamur U. maydis |
Penurunan hasil panen dari serangan ini sangat besar, salah satu penelitian yang dilakukan Aydogdu dan Boyraz (2006) melaporkan bahwa kehilangan hasil dari U. maydis bervariasi dari 26,4% menjadi 51,7% di antara 10 varietas jagung di Provinsi Konya. sedangkan menurut Aktaş dalam Aydogdu et al (2015) bahwa kerugian yang disebabkan sangat besar, khususnya yang terletak di bulir dan tongkol jagung dapat menurunkan rendemen hingga 40-100%.
Gejala biasanya muncul beberapa hari setelah proses pemupukan. Aplikasi pupuk nitrogen (N) yang berlebih akan meningkatkan resiko serangan penyakit corn smut ini. Selain dari proses pemupukan, ligkungan yang lembab juga merupakan faktor penting perkembang penyakit ini, salah satunya karena jarak tanam yang terlalu rapat dan lahan yang banyak ditumbuhi gulma.
Pembersihan lahan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resikop terserang penyakit ini. Selain itu jarak tanam lebih direnggangkan serta pemupukan dengan pupuk yang mengandung unsur N tidak berlebihan, terutama masuk fase generatif. Perlakuan benih sebelum tanam dengan fungisida juga dapat mengurangi resiko terserang penyakit corn smut. Langkah lain yaitu penggunaan varietas tahan dan juga melakukan rotasi tanaman.
Tanaman jagung yang terserang oleh penyakit corn smut masih bisa dimanfaatkan untuk masakan. Memang sedikit aneh bahkan terlihat mengerikan, terlebih jika sudah membengkak besar hingga pecah karena warnanya kehitaman. Di beberapa negara kegiatan ini memang benar dilakukan, bahkan tak jarang yang menyukainya. Rasanya sedikit pahit, biasanya dimasak dengan cara ditumis dan dicampur dengan bahn masakan lainnya, seperti tempe, brokoli, wortel atau sayur lainnya. (Corn smut recipe)
![]() |
| Fried Rice with Corn Smut Saulteed |
Aydogdu, M., N. Boyraz dan Y. Kaya. 2015. Effect on Yielt Losses on Mayze (Zea mays L.). Turk. Phytopath, 44(1-3): 23-30.








0 Comments